Filler Bawah Mata Agar Segar — Lingkaran hitam dan kantung mata yang tebal sering membuat wajah terlihat lelah dan tidak bersemangat. Padahal, area bawah mata adalah salah satu bagian wajah yang paling sering terlihat di mata orang lain. Oleh karena itu, filler bawah mata agar segar kini menjadi salah satu treatment kecantikan yang paling banyak di kalangan kecantikan.
Banyak orang ingin tampil lebih muda dan cerah tanpa harus menjalani prosedur operasi yang berisiko tinggi. Artikel ini hadir untuk membantu memahami apa itu filler bawah mata dan bagaimana manfaatnya bagi penampilan.
1. Apa Itu Treatment Filler Bawah Mata
Filler bawah mata adalah prosedur kecantikan non-bedah yang semakin populer di kalangan masyarakat modern. Selain itu, treatment ini terkenal efektif untuk mengatasi berbagai masalah estetika di area bawah mata secara cepat.
Pengertian Filler Bawah Mata
Filler bawah mata adalah prosedur injeksi yang perlu untuk mengisi area cekung di bawah mata. Selain itu, prosedur ini menggunakan zat khusus yang suntik langsung ke lapisan kulit yang membutuhkan volume tambahan. Dengan demikian, area bawah mata yang terlihat cekung atau berongga bisa perbaikan secara tepat.
Bahan yang Digunakan Prosedur Filler
Bahan yang paling umum dalam prosedur filler bawah mata adalah hyaluronic acid. Selain itu, hyaluronic acid dipilih karena merupakan zat yang secara alami sudah ada di dalam tubuh manusia. Dengan begitu, risiko reaksi alergi atau penolakan tubuh terhadap bahan ini sangat kecil. Oleh sebab itu, hyaluronic acid dianggap sebagai bahan filler yang paling aman dan efektif saat ini.
Prosedur yang Cepat dan Minim Rasa Sakit
Prosedur filler bawah mata umumnya hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 30 menit saja. Selain itu, dokter biasanya menggunakan krim anestesi topikal sebelum injeksi dilakukan untuk meminimalkan rasa tidak nyaman. Dengan demikian, pasien bisa langsung beraktivitas normal setelah prosedur selesai dilakukan.
Hasil yang Bisa Langsung Terlihat
Salah satu keunggulan utama filler bawah mata adalah hasilnya yang bisa langsung terlihat setelah prosedur. Selain itu, perbaikan pada area bawah mata bisa langsung dirasakan oleh pasien sejak hari pertama. Dengan demikian, tidak diperlukan waktu pemulihan yang lama seperti prosedur operasi konvensional.
2. Ragam Jenis Filler Bawah Mata Agar Segar
Penampilan Maksimal
Tidak semua jenis filler cocok untuk setiap orang karena setiap individu memiliki kondisi kulit yang berbeda. Selain itu, memahami ragam jenis filler yang tersedia akan membantu memilih treatment yang paling sesuai.
Hyaluronic Acid Filler
Hyaluronic acid filler adalah jenis filler yang paling banyak untuk area bawah mata saat ini. Selain itu, jenis filler ini memiliki tekstur yang lembut sehingga sangat cocok untuk area kulit yang tipis. Dengan demikian, hasil yang keluar terlihat sangat natural dan tidak berlebihan sama sekali. Oleh karena itu, hyaluronic acid filler menjadi pilihan pertama yang rekomendasi oleh sebagian besar dokter kecantikan.
Filler Berbasis Kalsium Hidroksilapatit
Kalsium hidroksilapatit adalah jenis filler yang memiliki tingkat kepadatan lebih tinggi jika membandingkan dnegan hyaluronic acid. Selain itu, jenis filler ini juga dikenal mampu merangsang produksi kolagen alami di dalam kulit. Dengan begitu, selain mengisi volume, jenis filler ini juga membantu memperbaiki kualitas kulit secara bertahap.
Filler PRP atau Plasma Darah Sendiri
PRP atau Platelet Rich Plasma adalah jenis filler yang menggunakan komponen darah pasien itu sendiri. Selain itu, plasma darah yang kaya trombosit ini suntik kembali ke area bawah mata untuk merangsang regenerasi. Dengan demikian, risiko alergi atau efek samping dapat meminimalisir karena menggunakan bahan alami dari tubuh sendiri.
Filler Poly-L-Lactic Acid
Poly-L-lactic acid adalah jenis filler yang bekerja dengan cara merangsang produksi kolagen secara alami. Selain itu, jenis filler ini tidak langsung memberikan volume melainkan bekerja secara bertahap dalam beberapa minggu. Oleh sebab itu, poly-L-lactic acid cocok bagi mereka yang menginginkan perbaikan kulit jangka panjang yang lebih halus.
Filler Lemak Autologus
Filler lemak autologus menggunakan lemak yang berasal dari bagian tubuh pasien sendiri sebagai bahan injeksi. Selain itu, teknik ini lebih alami karena menggunakan material biologis yang berasal dari tubuh sendiri.
3. Fungsi Filler Bawah Mata Agar Segar dan Wajah Tetap Awet Muda
Filler bawah mata bukan sekadar prosedur kecantikan biasa yang hanya mempercantik penampilan luar. Selain itu, treatment ini memiliki berbagai fungsi penting yang berkontribusi pada kesehatan dan keremajaan kulit wajah.
Mengisi Volume yang Hilang di Area Bawah Mata
Seiring bertambahnya usia, lemak alami di area bawah mata akan berkurang secara perlahan. Selain itu, kehilangan volume ini menyebabkan area bawah mata tampak cekung dan membuat wajah terlihat lebih tua. Dengan adanya filler, volume yang hilang tersebut bisa kembali ke kondisi yang lebih optimal.
Menyamarkan Lingkaran Hitam
Lingkaran hitam di bawah mata tidak selalu bermula oleh kurang tidur atau kelelahan semata. Selain itu, bayangan gelap juga bisa timbul akibat area bawah mata yang terlalu cekung karena kehilangan lemak. Dengan filler, area cekung tersebut terisi sehingga bayangan gelap yang terbentuk pun ikut berkurang.
Merangsang Produksi Kolagen di Kulit
Beberapa jenis filler terkanl mampu merangsang produksi kolagen alami di dalam lapisan kulit. Selain itu, kolagen yang keluar membantu meningkatkan elastisitas dan kekencangan kulit area bawah mata. Oleh karena itu, filler yang merangsang kolagen memberikan manfaat ganda bagi kesehatan dan kecantikan kulit.
Memberikan Efek Wajah Lebih Segar dan Cerah
Wajah yang memiliki area bawah mata terisi dengan baik secara otomatis akan terlihat lebih segar dan bercahaya. Selain itu, keseimbangan volume wajah yang terjaga membuat ekspresi wajah tampak lebih hidup dan bersemangat. Dengan begitu, orang-orang di sekitar Anda pun akan merasakan perbedaan penampilan yang sangat signifikan.
Hasil yang Tahan Lama hingga Dua Tahun
Salah satu keunggulan filler bawah mata adalah daya tahannya yang bisa berlangsung hingga satu hingga dua tahun. Selain itu, masa ketahanan ini tergantung pada jenis filler yang gunakan dan kondisi metabolisme tubuh pasien.

